BorneoFlash.com, SAMARINDA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda masih belum dapat dinikmati seluruh sekolah. Pelaksanaan yang berlangsung secara bertahap membuat sejumlah satuan pendidikan hingga kini belum masuk dalam cakupan program tersebut.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai perlu adanya kesiapan yang matang sebelum program diperluas ke lebih banyak sekolah. Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga kesiapan sistem pengelolaannya.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program berskala besar seperti MBG harus didukung perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan kendala di lapangan, terutama pada sekolah dengan jumlah siswa yang sangat banyak.
“Pelaksanaan MBG harus mempertimbangkan kesiapan data serta kapasitas pengelola di daerah. Jangan sampai program diterapkan pada sekolah dengan ribuan penerima manfaat, namun pengelolanya belum memiliki kesiapan yang memadai untuk menjalankannya secara optimal,” ujar Sri, pada Senin (8/6/2026).
Menurutnya, aspek yang perlu dipersiapkan tidak hanya terkait distribusi makanan, tetapi juga mencakup ketersediaan fasilitas pendukung, kualitas sumber daya manusia, hingga pemenuhan berbagai persyaratan administrasi dan teknis lainnya.
“Kesiapan sarana, bangunan pendukung, sumber daya manusia, hingga mekanisme pengelolaan harus benar-benar diperhatikan. Saya melihat sejumlah kendala yang ada saat ini masih berkaitan dengan aspek-aspek tersebut,” katanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar