BorneoFlash.com, SAMARINDA - Program percepatan digitalisasi pendidikan yang tengah digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendapat sorotan dari DPRD Kota Samarinda.
Komisi IV menilai implementasi transformasi digital di bidang pendidikan belum sepenuhnya didukung kesiapan infrastruktur, khususnya akses internet di kawasan pinggiran.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, meminta pemerintah agar tidak tergesa-gesa menerapkan sistem pembelajaran digital sebelum memastikan seluruh sekolah memiliki fasilitas pendukung yang memadai.
Ia menilai masih terdapat sejumlah wilayah di Samarinda yang mengalami keterbatasan jaringan internet. Kondisi tersebut dikhawatirkan memunculkan ketimpangan baru dalam sektor pendidikan apabila program digitalisasi tetap dijalankan tanpa pembenahan infrastruktur yang menyeluruh.
“Transformasi digital di sektor pendidikan memang merupakan langkah positif. Namun, pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi riil di lapangan karena masih ada sekolah yang mengalami kesulitan memperoleh akses internet,” ujar Anhar, pada Jumat (22/5/2026).
Anhar menyebut beberapa daerah yang hingga kini masih menghadapi persoalan jaringan internet, seperti kawasan Balai Buaya di Kelurahan Bukuan, Loa Kumbar di Kelurahan Loa Buah, serta Tanah Merah di wilayah Samarinda Utara.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar