Berita Samarinda Terkini

Hetifah Dorong Guru Kaltim Tingkatkan Literasi Digital dan Keterampilan Teknologi

lihat foto
Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hetifah Sjaifudian. FOTO : ANTARA/Ahmad Rifandi.
Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hetifah Sjaifudian. FOTO : ANTARA/Ahmad Rifandi.

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Hetifah Sjaifudian meminta para guru di Provinsi Kalimantan Timur terus meningkatkan keterampilan dan literasi digital guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kondisi masyarakat yang dinamis menuntut kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, guru perlu memiliki keterampilan untuk mengajar anak-anak sesuai kebutuhan zaman,” kata Hetifah Sjaifudian di Samarinda, Jumat.

Hetifah menegaskan pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, pemerintah tidak akan berhasil menjalankan inovasi kebijakan seperti pembagian perangkat Papan Interaktif Digital (PID) tanpa sosialisasi dan pelatihan teknis bagi para guru.

Ia juga menilai kurikulum harus mengikuti perkembangan teknologi melalui penguatan literasi digital sebagai bagian dari kurikulum tersembunyi. Langkah tersebut penting agar peserta didik memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran, bukan sekadar bermain gim daring.

Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur terus mendorong transformasi digital demi menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih modern.

Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim, Muchamad Awaludin, mengatakan pihaknya telah menggelar sosialisasi dan pelatihan intensif secara daring terkait pemanfaatan platform Rumah Pendidikan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia merancang platform terintegrasi tersebut untuk menyatukan berbagai layanan pendidikan dalam satu pintu layanan digital.

“Penguatan literasi digital bagi guru menjadi kunci efektivitas proses belajar mengajar di era modern agar transfer ilmu di ruang kelas tidak lagi berjalan monoton,” ujar Awaludin.

Peserta pelatihan yang terdiri atas guru SMA, SMK, dan SLB tidak hanya mempelajari penggunaan platform pemerintah, tetapi juga mengikuti pelatihan pengoperasian Google Workspace dan Canva.

Awaludin juga mengingatkan pentingnya mengoptimalkan perangkat keras bantuan pemerintah. Menurutnya, teknologi canggih tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa kreativitas dan kemampuan pengguna dalam memanfaatkannya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar