Ia mengungkapkan investor asing kini mulai kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia, baik di pasar sekunder maupun primer. Di pasar sekunder, dana asing tercatat masuk sekitar Rp500 miliar, sedangkan di pasar primer mencapai Rp1,68 triliun.
Purbaya menilai arus masuk modal asing tersebut menjadi sinyal positif atas mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar surat utang Indonesia.
“Jadi tindakan kita menjaga stabilitas pasar obligasi itu sudah bisa mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap obligasi kita. Mereka mulai masuk, dolar mulai masuk,” katanya.
Pemerintah, lanjutnya, terus memantau perkembangan arus modal asing ke pasar obligasi. Ia mengaku rutin berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, untuk memantau pergerakan dana yang masuk ke Indonesia.
Di sisi lain, Purbaya memastikan pemerintah tidak akan mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Asumsi harga minyak dunia juga tetap dipertahankan sebesar 100 dolar AS per barel.
“Saya nggak harus mengubah apa-apa lagi. Kami sudah melakukan penghematan yang kami pikir cukup untuk keadaan sekarang, termasuk rupiahnya sudah bergeser waktu melakukan simulasi itu,” ujar Purbaya. (*/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar