Sementara itu, sejumlah destinasi yang telah menjadi daya tarik wisata dan dapat dikunjungi masyarakat antara lain Gunung Parung, Sungai Hitam Bekantan, Mangrove Mentawir, Goa Tapak Raja, dan Bukit Bangkirai.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengatakan pembangunan IKN diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia dari barat hingga timur.
“Kita akan menjadi superhub ekonomi Indonesia dari barat ke timur. Prinsipnya, IKN akan mendongkrak ekonomi Indonesia,” ujar Bimo.
Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sri Hartini, mengaku tertarik mempelajari konsep pembangunan pariwisata dan pengelolaan lingkungan di IKN, termasuk upaya pemberdayaan masyarakat lokal dan pelestarian budaya.

“Kami sangat tertarik bagaimana konsep pembangunan pariwisata dan lingkungan di sekitar IKN, termasuk pemberdayaan masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan penguatan UMKM. Kebetulan kami juga sedang menggarap raperda penanganan lahan kritis, sehingga mudah-mudahan kami bisa belajar dan bertukar pikiran bersama,” ujarnya.
Kunjungan kerja DPRD Jawa Tengah ditutup dengan peninjauan langsung ke sejumlah kawasan pembangunan di IKN, di antaranya Istana Negara dan area glamping di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar