BorneoFlash.com, JAKARTA - BPOM menegaskan komitmennya mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melalui kesepakatan resmi.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan BPOM akan bekerja maksimal menyukseskan MBG karena program tersebut menjadi prioritas Presiden Prabowo.
Taruna juga menjelaskan soal anggaran pengawasan MBG yang sempat ramai dibahas di media sosial. Menurut dia, isu tersebut berkaitan dengan surveilans, bukan pengawasan pascakejadian.
Ia menyebut BPOM tetap menjalankan pengawasan pascakejadian secara maksimal. Sementara itu, untuk surveilans dari 30 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BPOM perlu memantau sekitar tiga hingga lima persen atau sekitar seribu sampai tiga ribu SPPG secara bersamaan agar data valid.
BPOM juga terus mengedukasi dan mendampingi pelaku usaha penyedia MBG. Pengawasan dilakukan melalui inspeksi, pembinaan, serta perbaikan standar produksi untuk mencegah risiko.
Taruna menambahkan dana swakelola sebesar Rp675 miliar akan digunakan untuk uji sampel, pengolahan data, dan pengadaan mobil laboratorium.
Ia menegaskan seluruh kementerian dan lembaga akan terus berkolaborasi mengawasi program MBG agar insiden keamanan pangan tidak terulang. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar