Usai apel, petugas gabungan langsung melakukan razia di kamar hunian warga binaan untuk memastikan tidak adanya barang-barang terlarang di dalam blok lapas.
Selain itu, dilakukan pula tes urine terhadap pegawai dan warga binaan sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkoba.
Andri menekankan bahwa pengawasan internal akan terus diperkuat demi mendukung program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.

“Seluruh jajaran harus terus meningkatkan integritas, disiplin, serta pengawasan dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Melalui penguatan pengawasan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Balikpapan berharap dapat menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus membangun sistem pemasyarakatan yang bersih, akuntabel, dan bebas dari pelanggaran. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar