BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Di tengah upaya memberantas praktik ilegal di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas), Lapas Kelas IIA Balikpapan justru mengangkat satu pesan yang lebih dalam pemasyarakatan bukan sekadar pengawasan, tetapi tentang membangun kembali harapan.
Pesan itu mengemuka dalam pelaksanaan Ikrar Zero Halinar yang dirangkaikan dengan serah terima jabatan kepala lapas, pada Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol komitmen terhadap integritas, tetapi juga penegasan arah baru pembinaan warga binaan yang lebih humanis.
Ikrar Zero Halinar bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba memang menjadi sorotan utama.
Namun di balik itu, ada upaya membangun fondasi yang lebih besar, menciptakan lingkungan yang benar-benar mendukung proses perubahan warga binaan.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM yang mendorong sistem pemasyarakatan bersih sekaligus berorientasi pada pembinaan.
Momentum ini juga diwarnai pergantian kepemimpinan dari Edy Susetyo kepada Andri Lesmano sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan.
Edy menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui integritas yang nyata dalam tindakan sehari-hari.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar