BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan kesiapan untuk menjalani audit terkait pengadaan barang dan jasa di Sekolah Rakyat. Ia menegaskan langkah ini sebagai bentuk transparansi pengelolaan anggaran di Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Mensos membuka seluruh proses pengadaan untuk mencegah potensi penyimpangan. Ia menegaskan komitmen kementerian dalam menjaga akuntabilitas program.
Mensos juga menjadwalkan pertemuan dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia akan melaporkan seluruh tahapan pengadaan yang telah berjalan sekaligus meminta masukan untuk perbaikan ke depan.
Ia memanfaatkan pertemuan tersebut sebagai bahan evaluasi sebelum memasuki proses pengadaan tahun 2026. Ia menilai masukan dari KPK penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan.
Selain itu, Mensos terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan KPK, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Dalam pertemuan dengan KPK, Mensos akan menyampaikan seluruh data dan proses pengadaan untuk operasional Sekolah Rakyat. Ia juga akan menjelaskan pengadaan sepatu siswa yang sempat menjadi perhatian publik di media sosial.
Mensos memastikan proses pengadaan berjalan transparan dan sesuai peraturan perundang-undangan. Ia menetapkan harga barang berdasarkan survei pasar dan konsultasi.
Ia menjelaskan setiap siswa Sekolah Rakyat menerima empat pasang sepatu, yaitu sepatu harian, sepatu olahraga, sepatu Pakaian Dinas Harian (PDH), dan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL). (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar