BPJS Kesehatan

Lewat Mimbar Dakwah, BPJS Kesehatan Perluas Edukasi JKN di Balikpapan

lihat foto
Direktur Bidang Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan, C. Falah Rakhmatiana, membuka kegiatan bertajuk Transformasi Awareness Bersama Insan Dakwah JKN (Tasbih JKN) yang digelar di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (5/5/2026). Fot
Direktur Bidang Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan, C. Falah Rakhmatiana, membuka kegiatan bertajuk Transformasi Awareness Bersama Insan Dakwah JKN (Tasbih JKN) yang digelar di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (5/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan kesehatan kini menyasar jalur yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni mimbar dakwah. 

BPJS Kesehatan menggandeng tokoh agama dalam kegiatan bertajuk Transformasi Awareness Bersama Insan Dakwah JKN (Tasbih JKN) yang digelar di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan ini menjadi strategi baru dalam menyosialisasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dengan melibatkan para dai sebagai ujung tombak edukasi kepada masyarakat.

Balikpapan dipilih bukan tanpa alasan. Selain sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), wilayah ini menjadi salah satu dari empat prioritas nasional bersama Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat dalam penguatan literasi JKN berbasis komunitas.

lihat foto
Transformasi Awareness Bersama Insan Dakwah JKN (Tasbih JKN) yang digelar di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (5/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Transformasi Awareness Bersama Insan Dakwah JKN (Tasbih JKN) yang digelar di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (5/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Direktur Bidang Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan, C. Falah Rakhmatiana, menegaskan bahwa pendekatan melalui tokoh agama dinilai efektif karena memiliki kedekatan emosional dan kepercayaan tinggi di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya forum pembelajaran, tetapi juga ikhtiar bersama menghadirkan perlindungan kesehatan yang memberi rasa aman dan tenang,” ujarnya.

Menurut Falah, ketidakpastian risiko kesehatan menjadi alasan utama pentingnya kepesertaan JKN. Ia menekankan bahwa biaya pengobatan yang tidak terduga dapat menjadi beban berat jika tidak ditopang sistem jaminan sosial.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar