Dalam kondisi tertentu, distribusi air juga bisa mengalami penghentian sementara apabila pasokan tidak mencukupi.
Selain itu, pihaknya turut mewaspadai kemungkinan masuknya air asin ke sumber air baku ketika debit sungai mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu proses pengolahan air bersih.
“Dampaknya biasanya terlihat pada sistem produksi, seperti berkurangnya debit air atau bahkan penghentian sementara. Jika terjadi intrusi air asin, hal itu yang menjadi perhatian kami,” katanya.
Karena itu, masyarakat diimbau memiliki persediaan air di rumah agar kebutuhan harian tetap terpenuhi ketika terjadi gangguan layanan. Warga juga diminta kembali mengisi penampungan saat distribusi sudah normal.
“Masyarakat sebaiknya memiliki tempat penampungan air. Saat terjadi gangguan masih ada cadangan, dan ketika aliran kembali normal dapat diisi kembali,” tegasnya.
Meski demikian, Kaharuddin memastikan hingga kini belum terjadi intrusi air asin pada sumber air baku yang dikelola Perumda Tirta Kencana Samarinda. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar