Aulia menegaskan, kerja sama tersebut tidak akan berdampak pada tarif pelanggan. Ia memastikan kebijakan ini murni bertujuan meningkatkan kualitas layanan, bukan membebani masyarakat.
“Kita pastikan tidak ada kenaikan tarif. Fokus kita tetap pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.
Dari hasil pengecekan di lapangan, proyek ini dinilai siap memasuki tahap pembangunan tanpa hambatan berarti. Lahan telah tersedia dan proses administrasi, termasuk kerja sama dengan mitra, sudah rampung.
Pemkab Kukar menargetkan pengerjaan fisik bisa segera dimulai dalam waktu dekat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secepat mungkin.
Selain peningkatan kapasitas produksi, perhatian juga diarahkan pada pembenahan jaringan distribusi. Saat ini, tingkat kehilangan air masih tergolong tinggi sehingga perlu ditekan agar sistem lebih efisien.
Ke depan, suplai air di Tenggarong juga akan diperkuat melalui integrasi dengan beberapa sumber lain. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pasokan sekaligus memperluas cakupan layanan ke wilayah yang belum terjangkau. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar