DPRD Kutai Kartanegara

Kasus Kekerasan Anak di Tenggarong, DPRD Kukar Tekankan Edukasi dan Pencegahan di Lingkungan Masyarakat

lihat foto
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Hamdiah Z. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Hamdiah Z. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR - DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menilai kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Tenggarong harus menjadi momentum memperkuat upaya pencegahan di tingkat masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Hamdiah Z, mengatakan perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan penanganan setelah kejadian, tetapi harus dimulai dari kesadaran lingkungan sekitar.

“Yang perlu diperkuat itu pencegahan. Masyarakat harus peka, jangan menunggu kasus terjadi baru bergerak,” Jelas Hamdiah, pada Rabu (22/4/2026). 

Ia menilai, kasus kekerasan terhadap anak sering kali luput terdeteksi sejak awal karena minimnya komunikasi antara anak, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Karena itu, ia mendorong orang tua untuk lebih terbuka membangun komunikasi dengan anak, agar mereka berani menyampaikan hal-hal yang dialami.

“Anak harus merasa aman untuk bercerita. Ini penting supaya kejadian seperti ini bisa diketahui lebih cepat,” ujarnya. 

Selain peran keluarga, Hamdiah juga menyoroti pentingnya pengawasan di lingkungan pendidikan nonformal, termasuk tempat belajar keagamaan.

Menurutnya, pengelola harus memiliki tanggung jawab memastikan aktivitas belajar berlangsung aman dan terpantau.

“Harus ada kontrol yang jelas. Jangan sampai ada ruang yang tidak terawasi,” bebernya.

Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat atau lembaga tertentu.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan potensi kekerasan terhadap anak dapat ditekan sejak dini. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar