"Hingga saat ini sudah ada sekitar 270 UMKM yang mendaftar. Karena jumlahnya cukup banyak, pengaturannya akan dilakukan secara bergiliran agar kesempatan berjualan merata," jelasnya.
Pelaksanaan CFN di Jalan Kusuma Bangsa dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WITA. Masyarakat dianjurkan untuk datang menggunakan sepeda guna mendukung tujuan pengurangan penggunaan kendaraan bermotor.
Bagi warga yang membawa kendaraan bermotor, Dishub telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi di area pusat perbelanjaan terdekat serta di kawasan GOR Segiri. Pemerintah juga menegaskan larangan parkir di sejumlah jalan akses menuju lokasi kegiatan.
Manalu menegaskan bahwa kendaraan tidak diperbolehkan diparkir di jalan-jalan akses, seperti di Jalan Harmonika, guna menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
"Larangan parkir di jalan akses diterapkan untuk mencegah parkir liar serta menghindari pungutan tidak resmi," tegasnya.
Selain menghadirkan CFN, Pemerintah Kota Samarinda juga berencana memperluas pelaksanaan Car Free Day (CFD) ke beberapa lokasi tambahan, yakni di kawasan Jalan Citra Niaga dan Jalan Anggi (Jalan Fahruddin). Kedua lokasi tersebut akan difokuskan untuk kegiatan olahraga dan kebersihan lingkungan.
Menurut Manalu, pelaksanaan CFD tidak selalu harus disertai aktivitas perdagangan, karena tujuan utamanya adalah pembatasan kendaraan untuk mendukung efisiensi energi.
"CFD di Jalan Citra Niaga dan Jalan Anggi difokuskan untuk olahraga dan kebersihan tanpa melibatkan UMKM, karena tujuan utamanya adalah pembatasan kendaraan demi efisiensi energi," tambahnya.
Melalui pelaksanaan CFN serta perluasan kawasan CFD, pemerintah berharap program ini dapat menciptakan ruang interaksi sosial yang sehat sekaligus menjadi identitas baru bagi Kota Samarinda.
"Kami berharap program ini menjadi ikon baru Samarinda sekaligus mendukung kebijakan efisiensi energi dari pemerintah pusat," pungkas Manalu. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar