BorneoFlash.com, SAMARINDA – Aktivitas truk bermuatan besar yang melintas di Flyover Juanda kembali menjadi sorotan masyarakat.
Keberadaan kendaraan berat tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, terlebih ketika melaju dengan kecepatan tinggi.
Selain aspek keselamatan, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap daya dukung konstruksi flyover yang sejak awal tidak dirancang untuk dilalui truk bermuatan besar.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengakui bahwa pengawasan di kawasan tersebut belum dapat dilakukan secara optimal sepanjang waktu.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk menutupi keterbatasan pengawasan petugas di lapangan.
“Dinas Perhubungan tidak memungkinkan untuk melakukan pengawasan selama 24 jam penuh. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan peran aktif masyarakat, khususnya dalam mendokumentasikan pelanggaran yang terjadi,” kata Hotmarulitua, pada Sabtu (24/1/2026).
Ia menjelaskan, laporan dari masyarakat akan lebih efektif apabila dilengkapi dengan bukti yang memadai.
Dokumentasi berupa foto atau video, termasuk informasi identitas kendaraan seperti nomor pelat, menjadi unsur penting agar laporan dapat diproses lebih lanjut.
“Setiap pengaduan diharapkan disertai bukti yang jelas, termasuk nomor pelat kendaraan. Hal ini penting mengingat Dishub tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan langsung di jalan,” ujarnya.
Hotmarulitua menegaskan bahwa selama ini peran Dishub lebih difokuskan pada pengawasan dan pemberian imbauan.





