Pemkab Kutai Kartanegara

Pemkab Kukar Siapkan Aktivasi Taman Miniatur, Fokus pada Kebutuhan Dasar dan Pengelolaan

zoom-inlihat foto
Taman Miniatur di Tenggarong yang tidak termanfaatkan secara optimal. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Taman Miniatur di Tenggarong yang tidak termanfaatkan secara optimal. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengarahkan langkah konkret untuk menghidupkan kembali kawasan Taman Miniatur di Tenggarong yang belum termanfaatkan secara optimal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memastikan aset yang telah dibangun dapat difungsikan, bukan lagi memperdebatkan proses sebelumnya.

“Yang kita pikirkan sekarang bagaimana apa yang sudah dibangun ini bisa dimanfaatkan. Bukan lagi soal masa lalu,” jelas Wiyono, pada Selasa (14/4/2026). 

Sebagai langkah awal, Pemkab Kukar akan melakukan penataan kawasan melalui kegiatan pembersihan yang melibatkan lintas perangkat daerah.

Selain itu, koordinasi juga akan diperluas hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT guna memperkuat pengelolaan di lapangan.

“Kita tidak bisa jalan sendiri. Harus ada keterlibatan dari bawah supaya pengelolaannya jelas dan berkelanjutan,” bebernya. 

Wiyono menyebut, salah satu konsep yang sedang dipertimbangkan adalah menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang edukasi terbuka bagi pelajar.

Namun demikian, ia mengakui masih ada persoalan mendasar yang perlu segera diselesaikan, terutama terkait fasilitas dasar.

“Kalau listrik dan air belum ada, tentu sulit bicara operasional. Itu kebutuhan paling utama,” tegasnya.

Selain infrastruktur, aspek pengamanan juga menjadi perhatian. Pemerintah mempertimbangkan pembangunan rumah penjaga agar kawasan tetap terawasi.

“Harus ada yang menjaga. Kalau tidak, nanti setelah dibersihkan bisa terbengkalai lagi,” tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan aktivitas rutin agar kawasan tidak kembali sepi setelah dibenahi.

“Kalau tidak ada kegiatan, paling satu bulan sudah kembali seperti semula. Jadi harus ada yang mengisi,” pungkasnya.

Saat ini, Pemkab Kukar menargetkan pembersihan kawasan sebagai langkah awal, sebelum masuk ke tahap penataan dan penentuan skema pengelolaan jangka panjang. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar