“Yang diterima masyarakat itu harus benar-benar berkualitas. Jangan hanya sekadar tersedia, tapi kualitasnya diabaikan,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah masukan dari masyarakat terkait menu makanan dalam program MBG perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa evaluasi tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Keluhan soal menu juga harus didengar. Artinya evaluasi harus menyentuh semua aspek, bukan hanya satu sisi saja,” beber Desman.
Di sisi lain, penghentian operasional SPPG dinilai berpotensi memengaruhi distribusi layanan di beberapa wilayah. Kondisi ini, kata Desman, perlu diantisipasi agar tidak berdampak pada penerima manfaat.
“Pelayanan tidak boleh terhenti. Harus ada langkah cepat, baik perbaikan maupun alternatif layanan,” tegasnya.
Ia mendorong agar ke depan pengawasan dilakukan lebih ketat sejak tahap awal pelaksanaan program, sehingga potensi kendala dapat dicegah sebelum berdampak luas.
“Program ini tujuannya baik, jadi pelaksanaannya juga harus benar-benar matang. Jangan sampai terganggu oleh hal yang sebenarnya bisa diantisipasi,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar