Desman Angkat Suara Soal Isu Retribusi Pasar Tangga Arung, Minta Kebijakan Tak Bebani Pedagang

oleh -
Penulis: Ernita Sriana
Editor: Ardiansyah
Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Daerah Pemilihan (Dapil) Tenggarong, Desman Minang Endianto, angkat suara terkait informasi yang berkembang di kalangan pedagang mengenai rencana kenaikan tarif retribusi Pasar Tangga Arung. Ia mengingatkan agar kebijakan yang diambil pemerintah daerah tidak sampai membebani pelaku usaha kecil.

 

Desman mengungkapkan, isu tersebut mencuat saat dirinya melaksanakan agenda reses beberapa hari lalu. Sejumlah pedagang menyampaikan keresahan atas kabar adanya aturan baru yang akan mengatur penyesuaian tarif retribusi pasar.

 

“Keluhan ini saya terima langsung saat reses. Kalau memang ada rencana perubahan tarif, tentu harus mempertimbangkan kondisi pedagang,” ungkapnya, pada Selasa (17/2/2026).

 

Menurutnya, situasi ekonomi pedagang belum sepenuhnya stabil. Ia menilai para pedagang masih beradaptasi setelah sebelumnya terdampak proses pembongkaran pasar lama dan relokasi sementara, yang sempat memengaruhi aktivitas serta pendapatan mereka.

 

“Sekarang memang sudah menempati pasar yang baru, tapi bukan berarti langsung ramai pembeli. Jadi wajar kalau mereka khawatir jika ada kenaikan retribusi,” ujarnya. 

 

Desman juga menegaskan, kebijakan yang menyangkut pelaku usaha kecil harus disusun secara hati-hati agar tidak menimbulkan beban tambahan, terutama bagi pedagang dengan omzet yang belum stabil.

 

Secara kelembagaan, persoalan retribusi pasar merupakan ranah Komisi II DPRD Kukar. Kendati demikian, sebagai wakil rakyat dari Tenggarong, ia berkomitmen menyampaikan aspirasi pedagang tersebut kepada kepala daerah agar menjadi perhatian.

 

“Nanti akan saya sampaikan ke bupati supaya ada perhatian terhadap keluhan warga yang saya terima,” tegas Desman.

 

Ia pun berharap, sebelum ada keputusan final, pemerintah daerah benar-benar mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap pedagang agar tidak menimbulkan keresahan di tengah upaya pemulihan ekonomi.

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.