“Perbaikan seringkali bersifat sementara, karena setelah satu bagian diperbaiki, kerusakan dapat muncul di bagian lainnya. Hal ini merupakan konsekuensi dari penggunaan kendaraan yang sudah berusia,” ungkapnya.
Terkait kondisi truk yang mengalami kerusakan hingga menyebabkan potensi tercecernya sampah di jalan, DLH memastikan setiap unit yang bermasalah akan segera diperbaiki di bengkel. Lama pengerjaan disebut bergantung pada tingkat kerusakan dan antrean perbaikan.
“Untuk kerusakan ringan, umumnya dapat diselesaikan dalam beberapa hari,” katanya.
Sebagai langkah mitigasi, DLH juga mengatur pola operasional dengan menyesuaikan kondisi kendaraan. Armada yang telah berusia tua dialokasikan untuk rute jarak dekat guna meminimalkan risiko kerusakan saat bertugas.
“Kendaraan dengan kondisi kurang prima kami prioritaskan untuk melayani rute yang lebih ringan dan jarak yang lebih pendek,” jelasnya.
Meski demikian, untuk tahun ini DLH Samarinda belum dapat memastikan adanya tambahan armada baru karena keterbatasan anggaran yang tersedia. Kendati begitu, upaya pengadaan tetap diharapkan dapat berlanjut agar kendaraan lama dapat segera digantikan.
“Yang menjadi perhatian utama adalah agar pengadaan tidak terhenti, sehingga kendaraan yang sudah tidak layak dapat segera dipensiunkan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar