Pemkot Samarinda

Banyak Operator Mundur, DLH Samarinda Kembali Buka Lowongan Insinerator

Insinerator yang ada di Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Insinerator yang ada di Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali membuka rekrutmen tenaga operator mesin insinerator

Langkah ini dilakukan setelah sejumlah pekerja yang sebelumnya telah lolos seleksi dan mengikuti pelatihan memilih mengundurkan diri, sehingga menyebabkan kekurangan tenaga kerja pada sektor pengolahan sampah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena peran operator sangat vital dalam mendukung operasional fasilitas pengelolaan sampah di Kota Tepian. Untuk itu, DLH berupaya segera menutup kekosongan tenaga kerja agar kegiatan pengolahan tetap berjalan optimal.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menjelaskan bahwa banyak peserta pelatihan yang tidak melanjutkan pekerjaan karena belum siap menghadapi kondisi kerja di lapangan, terutama saat harus berinteraksi langsung dengan sampah basah yang berbau menyengat.

“Sebagian besar peserta masih belum terbiasa berhadapan langsung dengan sampah, sehingga membutuhkan proses adaptasi yang tidak singkat,” ujarnya, pada Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, tantangan terbesar berasal dari kondisi sampah yang masuk ke fasilitas insinerator masih bercampur, karena berasal dari Tempat Pembuangan Sementara. Bahkan, tidak jarang ditemukan bangkai hewan yang ikut terbawa dalam proses pengangkutan.

“Kondisi sampah yang diolah masih bercampur, termasuk adanya bangkai hewan. Bagi yang belum terbiasa, hal tersebut tentu menimbulkan keterkejutan,” jelasnya.

Dari pelatihan yang digelar di Kecamatan Samarinda Ulu pada Januari lalu, lebih dari 20 peserta dilaporkan mengundurkan diri karena tidak mampu bertahan dengan kondisi kerja tersebut.

“Apabila yang dihadapi adalah sampah kering, tentu lebih mudah. Namun yang diolah saat ini adalah sampah basah, sehingga tingkat kesulitannya lebih tinggi bagi yang belum terbiasa,” ungkapnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar