Dalam praktiknya, kader PKB didorong untuk responsif terhadap berbagai persoalan sosial, seperti membantu warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, memperjuangkan anak putus sekolah agar kembali belajar, hingga mendorong perbaikan rumah tidak layak huni.
“ Ini yang menjadi ukuran kerja nyata kader. Kalau ada warga sakit dan tidak mampu berobat, kader harus hadir. Kalau ada anak putus sekolah, harus diperjuangkan,” tegasnya.
Selain isu sosial, Muscab juga menjadi ajang evaluasi kinerja partai pasca Pemilu 2024 sekaligus menyusun strategi ke depan. PKB Kaltim pun memasang target peningkatan kursi legislatif yang cukup signifikan.
Dari enam kursi di DPRD Provinsi Kaltim saat ini, PKB menargetkan peningkatan menjadi 11 kursi pada Pemilu 2029.

Musyawarah Cabang PKB se-Kaltim yang digelar di Novotel Balikpapan, pada Rabu (8/4/2026). Foto: BorneoFlash/Ist
Perwakilan DPP PKB, Imam Ahmad Syukri, menilai target tersebut realistis dengan catatan kader mampu menjaga konsistensi kerja di lapangan hingga ke tingkat ranting.
“Tren PKB di Kaltim terus meningkat, termasuk keberhasilan meraih kursi DPR RI. Dengan kerja nyata dan soliditas kader, target ini bisa dicapai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa situasi ekonomi yang tidak menentu menjadi ujian bagi seluruh kader partai. PKB diminta tidak terjebak pada agenda politik semata, melainkan benar-benar hadir membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
"Di sinilah komitmen kader PKB diuji. Masyarakat butuh solusi, bukan sekadar wacana," terangnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar