Berdasarkan hasil pemeriksaan, insiden bermula ketika salah satu pelaku, YI, yang dalam kondisi mabuk, meminta uang sebesar Rp500 ribu kepada pihak penyelenggara hajatan. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Pelaku yang tersulut emosi kemudian membuat keributan. Sebelumnya, mereka juga sempat meminta uang kepada pemain organ tunggal dengan alasan membeli minuman tambahan. Meski sempat diberi Rp100 ribu, pelaku menolak dan tetap memaksa meminta Rp500 ribu.
Keributan pun tak terhindarkan. Korban yang berusaha melerai justru menjadi sasaran amukan para pelaku.
Dadang dikejar hingga ke depan rumahnya dan dikeroyok di hadapan keluarga serta para tamu undangan, termasuk anaknya yang sedang duduk di pelaminan.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat dilarikan ke RS Bhakti Husada. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong.
Usai kejadian, para pelaku melarikan diri sebelum akhirnya berhasil diringkus aparat kepolisian.
Kasus ini kini masih dalam pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. (*/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar