Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut masih memerlukan berbagai pertimbangan internal.
“Kami masih mencermati situasi internal partai. Pada prinsipnya, apabila diberikan kepercayaan, kami siap menjalankannya,” ujarnya, pada Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk maju dalam kontestasi politik tidak dapat dilakukan secara terburu-buru.
Berbagai faktor perlu dihitung secara matang, termasuk tingkat keterpilihan serta kesiapan dalam menghadapi kebutuhan politik yang cukup besar.
Selain itu, Hamas juga menyadari bahwa dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang akan muncul sejumlah kandidat lain yang memiliki kesiapan untuk bersaing.
Di tengah dinamika politik tersebut, ia mengaku tetap membuka diri terhadap berbagai kritik dari masyarakat.
Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru menjadi bagian penting dalam proses pembangunan pemerintahan.
“Kami menerima setiap kritik yang bersifat membangun, karena hal tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjalankan roda pemerintahan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar