BorneoFlash.com, SAMARINDA - Nama Hasanuddin Mas’ud kembali menjadi perhatian dalam dinamika politik internal Partai Golkar, khususnya terkait bursa bakal calon (Bacalon) Wali Kota Samarinda.
Sosok yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kalimantan Timur tersebut dinilai memiliki peluang untuk maju dalam kontestasi mendatang.
Hasanuddin Mas’ud, yang akrab disapa Hamas, dianggap memiliki posisi strategis di internal partai, terutama karena ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kondisi tersebut memperkuat peluangnya untuk masuk dalam daftar kandidat yang dipertimbangkan partai.
Sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Timur, M Husni Fachruddin, menyebutkan bahwa nama Hamas termasuk di antara figur yang masuk dalam pertimbangan partai.
Selain Hamas, nama Andi Satya Adi Saputra, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Samarinda, juga disebut sebagai salah satu kandidat potensial.
Menanggapi peluang tersebut, Hamas menyatakan kesiapannya apabila partai memberikan mandat untuk maju dalam pemilihan kepala daerah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut masih memerlukan berbagai pertimbangan internal.
“Kami masih mencermati situasi internal partai. Pada prinsipnya, apabila diberikan kepercayaan, kami siap menjalankannya,” ujarnya, pada Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk maju dalam kontestasi politik tidak dapat dilakukan secara terburu-buru.
Berbagai faktor perlu dihitung secara matang, termasuk tingkat keterpilihan serta kesiapan dalam menghadapi kebutuhan politik yang cukup besar.
Selain itu, Hamas juga menyadari bahwa dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang akan muncul sejumlah kandidat lain yang memiliki kesiapan untuk bersaing.
Di tengah dinamika politik tersebut, ia mengaku tetap membuka diri terhadap berbagai kritik dari masyarakat.
Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru menjadi bagian penting dalam proses pembangunan pemerintahan.
“Kami menerima setiap kritik yang bersifat membangun, karena hal tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjalankan roda pemerintahan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar