Tinjau Lokasi Kebakaran, Andi Harun Perintahkan Pembersihan Pasar Segiri Dipercepat

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung lokasi kebakaran Pasar Segiri bersama jajaran Forkopimda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung lokasi kebakaran Pasar Segiri bersama jajaran Forkopimda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat menindaklanjuti kebakaran yang melanda Pasar Segiri dan menyebabkan kerusakan pada puluhan ruko milik pedagang. 

 

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, turun langsung ke lokasi kejadian sekitar pukul 11.00 WITA untuk memastikan langkah penanganan segera dijalankan.

 

Dari hasil pendataan sementara di lapangan, area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 15 x 80 meter dengan sekitar 56 pedagang terdampak. 

 

Kerusakan meliputi 20 unit ruko di bagian belakang serta sekitar 140 los sayur yang hangus terbakar, mengakibatkan kerugian material yang cukup besar bagi para pelaku usaha di kawasan tersebut.

 

Dalam peninjauan itu, Andi Harun langsung menginstruksikan sejumlah perangkat daerah, termasuk Asisten II, Dinas Perdagangan, serta Dinas PUPR, untuk segera mengambil langkah teknis guna memulihkan aktivitas ekonomi pedagang.

 

“Kerugian pedagang diperkirakan mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta. Pembersihan lokasi ditargetkan selesai dalam satu sampai tiga hari,” ujar Andi Harun.

 

Ia juga menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan kembali akan segera disusun oleh Dinas PUPR agar proses konstruksi dapat dimulai secepat mungkin, dengan target pelaksanaan pada pekan mendatang.

 

Meski demikian, bangunan yang akan dibangun kembali nantinya tidak bersifat permanen. Kebijakan tersebut diambil untuk mempercepat pemulihan aktivitas pedagang sekaligus menyesuaikan dengan rencana jangka panjang revitalisasi Pasar Segiri.

 

“Pembangunan dilakukan secara non-permanen agar pedagang dapat segera beraktivitas kembali, sekaligus menyesuaikan rencana peremajaan pasar ke depan,” jelasnya.

 

Menanggapi peristiwa kebakaran yang berulang di Pasar Segiri, Andi Harun menyoroti persoalan tata ruang yang dinilai kurang tertib. Ia menyebut adanya penggunaan fungsi ruang yang tumpang tindih, termasuk pemanfaatan los sebagai tempat memasak hingga hunian, serta kondisi instalasi listrik yang tidak tertata.

Baca Juga :  DPD RI Kunker ke Pemkot Balikpapan untuk Menggali Smart City Balikpapan 

 

“Permasalahan utama ada pada ketidakteraturan fungsi ruang dan instalasi listrik, sehingga peremajaan pasar menjadi kebutuhan mendesak,” pungkasnya.

 

Saat ini, total kerugian akibat kebakaran masih dalam proses perhitungan oleh instansi terkait dan diperkirakan akan segera rampung dalam waktu dekat. (*/Adv Diskominfo Samarinda)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang