BorneoFlash.com, SAMARINDA – Keberadaan terminal tidak resmi atau terminal bayangan masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan di Terminal Sungai Kunjang, Kota Samarinda.
Hingga saat ini, sebagian calon penumpang masih memilih naik bus di luar area terminal resmi karena dinilai lebih praktis dan mudah dijangkau.
Fenomena ini menunjukkan bahwa fungsi terminal sebagai titik keberangkatan utama belum berjalan maksimal.
Selain faktor kebiasaan, sejumlah kendala lain turut memengaruhi rendahnya minat masyarakat untuk masuk ke dalam kawasan terminal.
Koordinator Terminal Sungai Kunjang, Eko Novianto, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama adalah persepsi masyarakat terkait adanya biaya tambahan saat memasuki terminal.
“Sebagian masyarakat beranggapan bahwa untuk masuk ke dalam terminal dikenakan biaya retribusi. Persepsi tersebut membuat mereka lebih memilih menunggu kendaraan di luar area terminal,” ujarnya, pada Jumat (20/3/2026).
Selain itu, keterbatasan sarana transportasi pengumpan menuju terminal juga menjadi hambatan tersendiri. Minimnya akses angkutan lanjutan menyebabkan masyarakat cenderung memilih alternatif yang dianggap lebih cepat dan mudah.
“Layanan transportasi menuju terminal masih belum optimal. Kondisi ini mendorong penumpang untuk menggunakan ojek daring atau menunggu bus di titik-titik tertentu di luar terminal,” jelasnya.






