Berita Kaltim Terkini

Terminal Resmi Kurang Dilirik, Praktik Naik Bus di Pinggir Jalan Masih Marak

lihat foto
Terminal Bayangan yang berada di Jl APT Pranoto Kota Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Terminal Bayangan yang berada di Jl APT Pranoto Kota Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Keberadaan terminal tidak resmi atau terminal bayangan masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan di Terminal Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Hingga saat ini, sebagian calon penumpang masih memilih naik bus di luar area terminal resmi karena dinilai lebih praktis dan mudah dijangkau.

Fenomena ini menunjukkan bahwa fungsi terminal sebagai titik keberangkatan utama belum berjalan maksimal.

Selain faktor kebiasaan, sejumlah kendala lain turut memengaruhi rendahnya minat masyarakat untuk masuk ke dalam kawasan terminal.

Koordinator Terminal Sungai Kunjang, Eko Novianto, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama adalah persepsi masyarakat terkait adanya biaya tambahan saat memasuki terminal.

“Sebagian masyarakat beranggapan bahwa untuk masuk ke dalam terminal dikenakan biaya retribusi. Persepsi tersebut membuat mereka lebih memilih menunggu kendaraan di luar area terminal,” ujarnya, pada Jumat (20/3/2026).

Selain itu, keterbatasan sarana transportasi pengumpan menuju terminal juga menjadi hambatan tersendiri. Minimnya akses angkutan lanjutan menyebabkan masyarakat cenderung memilih alternatif yang dianggap lebih cepat dan mudah.

“Layanan transportasi menuju terminal masih belum optimal. Kondisi ini mendorong penumpang untuk menggunakan ojek daring atau menunggu bus di titik-titik tertentu di luar terminal,” jelasnya.


Di samping faktor akses, kondisi fasilitas terminal yang belum sepenuhnya memadai turut memengaruhi kenyamanan pengguna.

Ruang tunggu yang sederhana serta lingkungan yang kurang representatif menjadi alasan tambahan bagi masyarakat untuk enggan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Eko menilai, kondisi tersebut berbeda dengan terminal di daerah lain yang telah direvitalisasi dan dilengkapi fasilitas lebih baik, sehingga mampu menarik lebih banyak penumpang.

“Terminal yang telah direvitalisasi umumnya memiliki tingkat kunjungan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas fasilitas sangat berpengaruh terhadap minat masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa rencana pembenahan Terminal Sungai Kunjang sebenarnya telah disusun. Namun, hingga kini pelaksanaannya masih tertunda karena berbagai kendala, termasuk keterbatasan anggaran.

“Program perbaikan sudah direncanakan, tetapi realisasinya belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena adanya sejumlah hambatan,” katanya.

Ke depan, pengelola berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan penataan kawasan terminal, sehingga dapat kembali berfungsi optimal sebagai pusat aktivitas transportasi.

“Apabila fasilitas diperbaiki dan kawasan ditata dengan baik, kami berharap masyarakat dapat kembali menjadikan terminal sebagai titik keberangkatan utama yang aman, nyaman, dan tertib,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar