“Personel bekerja secara bergantian agar kesiapan tetap terjaga setiap hari. Satu tim terdiri dari tujuh orang dengan satu komandan regu,” katanya.
Selain mengantisipasi peningkatan aktivitas wisata, Basarnas juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi selama musim hujan. Berdasarkan perkiraan cuaca, periode Lebaran tahun ini diprediksi masih berada dalam musim hujan di wilayah Kalimantan Timur.
Di Kota Balikpapan sendiri, potensi bencana yang sering terjadi adalah banjir, meskipun umumnya bersifat situasional. Sementara di daerah lain seperti Samarinda, potensi tanah longsor dinilai lebih tinggi sehingga membutuhkan kesiapsiagaan khusus.
“Biasanya kalau di Balikpapan itu banjir tapi sifatnya situasional. Sementara di wilayah Samarinda potensi longsor cukup tinggi, sehingga kami juga menyiapkan personel yang memiliki kemampuan khusus untuk penanganan banjir maupun tanah longsor,” ungkapnya.
Selain patroli, Basarnas juga mendukung operasional posko pengamanan yang disiapkan di beberapa lokasi keramaian. Di antaranya posko di kawasan wisata di Kota Balikpapan serta posko di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan yang disiapkan oleh pihak bandara.
Sementara untuk wilayah lainnya, Basarnas akan menerapkan sistem patroli mobile dengan melakukan pemantauan secara berkala di sejumlah titik yang berpotensi ramai aktivitas masyarakat.
“Patroli keliling tetap kami lakukan secara mobile, sementara pusat koordinasi tetap berada di Kantor Basarnas Balikpapan,” pungkasnya.
Berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, Basarnas berharap aktivitas masyarakat selama libur Lebaran, termasuk kunjungan ke kawasan IKN, dapat berlangsung aman dan risiko kejadian darurat dapat diantisipasi sejak dini. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar