Selain pengamanan lalu lintas, Kapolri juga meminta jajaran kepolisian untuk memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok.
Ia secara khusus memerintahkan peningkatan patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa, terutama di titik-titik dan jam rawan.
Tak hanya itu, seluruh Polsek hingga Polres juga diminta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mudik ke kampung halaman.
Kapolri juga menekankan pentingnya optimalisasi layanan Kepolisian 110 agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bantuan.
“Optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan pelayanan yang responsif dan solutif, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran rekan-rekan,” tuturnya.
Ia berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan maksimal demi mewujudkan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Menurutnya, kelancaran mudik Lebaran tidak hanya berkaitan dengan keamanan masyarakat, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap perputaran ekonomi nasional, karena momen Idul Fitri mampu mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” pungkasnya. (*)






