BorneoFlash.com, BALIKPAPAN — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan memastikan layanan kesehatan, bagi masyarakat tetap berjalan selama masa cuti bersama dan libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Berbagai fasilitas kesehatan disiagakan, mulai dari posko kesehatan di titik mobilitas masyarakat hingga layanan Puskesmas dan rumah sakit.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan, khususnya bagi para pemudik maupun warga yang menjalankan aktivitas silaturahmi selama libur Lebaran.
“Kami berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama masa cuti bersama, baik melalui posko kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas,” ujarnya, pada Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, beberapa posko pelayanan kesehatan Lebaran telah disiapkan melalui kolaborasi dengan Polres dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Posko tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama musim mudik.
Posko kesehatan tersebut antara lain berada di Pelabuhan Ferry Kariangau, Terminal Batu Ampar, Pantai Manggar Segara Sari, Balikpapan Islamic Center, serta pos kesehatan di Pelabuhan Semayang dan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.
Untuk pos kesehatan di Bandara SAMS Sepinggan dan Pelabuhan Semayang, pelayanan akan dilaksanakan oleh Balai Karantina Kesehatan Pelabuhan, sementara posko lainnya akan diisi oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas di Kota Balikpapan.
Selain posko kesehatan, Dinas Kesehatan juga memastikan tujuh Puskesmas dengan layanan 24 jam tetap beroperasi selama masa libur Lebaran. Puskesmas tersebut yakni Puskesmas Manggar Baru, Sepinggan, Klandasan Ilir, Mekarsari, Baru Ulu, Karang Joang, dan Kariangau.
“Puskesmas yang memiliki layanan 24 jam tetap memberikan pelayanan seperti biasa, sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan darurat dapat langsung datang ke fasilitas tersebut,” jelas Alwiati.
Tak hanya itu, seluruh rumah sakit di Kota Balikpapan juga diminta untuk tetap membuka layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama masa libur Lebaran. Rumah sakit juga diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan jika terdapat pelayanan yang membutuhkan dukungan, termasuk terkait pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan.
Untuk layanan kesehatan non-darurat, Dinas Kesehatan juga mengatur jadwal operasional Puskesmas rawat jalan secara bergiliran di setiap kecamatan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan meskipun tidak semua Puskesmas membuka layanan secara bersamaan.
Sebagai contoh di wilayah Balikpapan Timur, pelayanan rawat jalan akan dibuka secara bergantian pada 16 hingga 18 Maret 2026. Pada 16 Maret layanan dibuka di Puskesmas Teritip, 17 Maret di Puskesmas Lamaru, dan 18 Maret di Puskesmas Manggar.
Selain menyiapkan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi kendaraan umum di sejumlah titik transportasi. Pemeriksaan tersebut dilakukan di pelabuhan serta Terminal Batu Ampar untuk memastikan para pengemudi dalam kondisi sehat saat melayani arus mudik.
“Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para pengemudi di pelabuhan dan terminal untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat saat mengantar penumpang,” katanya.
Dalam pelaksanaan pengamanan kesehatan selama masa mudik Lebaran, Dinas Kesehatan juga melibatkan berbagai organisasi profesi. Salah satunya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang turut bertugas di posko kesehatan di Terminal Batu Ampar.
Adanya berbagai langkah tersebut, Dinas Kesehatan Balikpapan berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman serta tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan apabila dibutuhkan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar