Antara Bukber dan Amanah Publik: Refleksi Etika Anggaran di Bulan Ramadan

oleh -
Editor: Ardiansyah
Ilustrasi by Freepick.
Ilustrasi by Freepick.
banner 300×250

Di sisi lain, bulan Ramadan juga menjadi momentum refleksi bagi dunia usaha. Hubungan antara pengusaha dan pekerja tidak hanya didasarkan pada kepentingan ekonomi semata, tetapi juga pada tanggung jawab hukum dan moral.

 

Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), misalnya, bukanlah sekadar kebijakan sukarela atau bentuk kebaikan hati semata. Ia telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagai bagian dari hak pekerja yang harus dipenuhi oleh pengusaha.

 

Karena itu, tidak seharusnya ada pengusaha yang merasa terbebani oleh kewajiban tersebut. THR bukanlah hadiah, melainkan hak yang telah dijamin oleh hukum. Ia merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi tenaga dan waktu yang telah diberikan oleh para pekerja dalam menjalankan roda usaha.

 

Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka hal itu berpotensi menjadi perbuatan yang bertentangan dengan hukum. 

 

Dalam perspektif hukum perdata maupun ketenagakerjaan, tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum karena melanggar hak yang telah diatur oleh undang-undang.

 

Pada akhirnya, baik dalam lingkungan pemerintahan maupun dunia usaha, esensi yang harus dijaga tetap sama: amanah dan keadilan.

 

Pejabat publik memegang amanah pengelolaan anggaran negara. Pengusaha memegang amanah terhadap kesejahteraan pekerjanya. Keduanya berada dalam posisi yang berbeda, tetapi sama-sama memiliki tanggung jawab moral dan hukum yang tidak ringan.

 

Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran itu. Bahwa ibadah tidak cukup hanya diwujudkan dalam simbol-simbol seremonial. Ia harus tercermin dalam kejujuran mengelola amanah, dalam keadilan memperlakukan orang lain, dan dalam keberanian untuk tetap berada di jalan yang benar meskipun tidak selalu mudah.

Baca Juga :  5 Anggota Brimob Kaltim Sapu Bersih Medali Emas Kejurprov MMA Kaltim

 

Sebab pada akhirnya, manusia mungkin bisa menyusun laporan yang rapi, membuat kegiatan yang tampak indah, dan menyampaikan alasan yang terdengar logis. 

 

Namun ada satu hal yang tidak pernah bisa disembunyikan dari pengawasan Ilahi: niat yang sebenarnya di dalam hati dan di sanalah nilai sebuah amanah benar-benar diuji. (*)

Penulis: Syarkawi Darkasi
Jabatan: Sekretaris II IPIM DPW Kalimantan Timur
No WhatsApp: 081346108911
Email: syarkawi11@gmail.com

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.