Ribuan Jamaah Padati Masjid Negara IKN, Peringatan Nuzulul Qur’an Nasional Berlangsung Khidmat

oleh -
Editor: Ardiansyah
Peringatan Nuzulul Quran tingkat nasional di Masjid Negara IKN, pada Sabtu (7/3/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
Peringatan Nuzulul Quran tingkat nasional di Masjid Negara IKN, pada Sabtu (7/3/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
banner 300×250

BorneoFlash.com, NUSANTARA – Suasana hangat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Negara IKN saat ribuan jamaah menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat nasional pada Sabtu (7/3/2026). 

 

Kegiatan yang mengusung tema “Al-Quran, Amanah Ekologis dan Jalan Perdamaian Dunia” ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Otorita Ibu Kota Nusantara.

 

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan Ngabuburead, program literasi Ramadan yang digagas Kementerian Agama dengan tema “Seimbang Bekerja, Bijak Merawat Diri”. 

 

Dalam sesi ini, Ambia Dahlan menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental serta menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi, khususnya bagi generasi muda di tengah dinamika kehidupan modern.

 

Menjelang waktu berbuka puasa, ribuan jamaah memadati aula masjid untuk mengikuti buka puasa bersama. Suasana kebersamaan terasa semakin hangat dengan sajian takjil khas masjid berupa Bubur Nusantara, yang menjadi simbol keberagaman dan persatuan. 

Peringatan Nuzulul Quran tingkat nasional di Masjid Negara IKN, pada Sabtu (7/3/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
Peringatan Nuzulul Quran tingkat nasional di Masjid Negara IKN, pada Sabtu (7/3/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN

Jamaah yang hadir datang dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, seperti Balikpapan, Samarinda, hingga Penajam Paser Utara.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Imranul Karim, Juara 1 Tilawah MTQ Internasional Bangladesh 2025, yang disertai saritilawah oleh Maulidia. Suasana semakin khidmat dengan penyampaian hikmah Nuzulul Quran oleh Darwis Hude, Guru Besar dari Universitas PTIQ Jakarta.

 

Dalam tausiyahnya, Darwis Hude menjelaskan bahwa Al-Quran merupakan mukjizat yang tidak mungkin ditulis oleh manusia. Ia juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan adalah momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kesadaran manusia dalam menjaga harmoni ciptaan Tuhan, termasuk keseimbangan alam.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.