BorneoFlash.com, SAMARINDA — Penentuan lokasi penyelenggaraan Piala AFF U-17 2026 sampai saat ini belum dipastikan. Kalimantan Timur (Kaltim) disebut-sebut sebagai salah satu daerah yang berpeluang menjadi tuan rumah, namun keputusan resmi masih menunggu penetapan dari PSSI.
Anggota Komite Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan bahwa belum ada keputusan final mengenai lokasi turnamen sepak bola kelompok usia di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Hal itu ia sampaikan setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di Samarinda.
Arya menjelaskan kunjungannya ke Kalimantan Timur bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan daerah apabila dipercaya menjadi tuan rumah.
“Penetapan lokasi penyelenggaraan memang belum diputuskan secara resmi. Kehadiran saya ke sini untuk melihat dan memastikan secara langsung kesiapan yang ada di daerah,” ujar Arya, pada Kamis (5/3/2026).
Ia mengungkapkan sebelumnya terdapat sejumlah catatan teknis yang menjadi perhatian, salah satunya terkait fasilitas pencahayaan stadion yang dinilai belum memenuhi standar internasional. Meski demikian, hasil komunikasi dengan pemerintah daerah menunjukkan adanya komitmen untuk melakukan pembenahan.
“Pada penilaian awal terdapat beberapa kendala teknis yang dinilai belum memenuhi standar. Namun setelah berdiskusi dengan pemerintah daerah, kami memperoleh gambaran yang cukup positif mengenai kesiapan tersebut,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Kalimantan Timur menyatakan dukungan penuh apabila provinsi ini ditunjuk sebagai tuan rumah. Dukungan serupa juga disampaikan oleh Wali Kota Balikpapan yang menyatakan kesiapan menyediakan fasilitas pendukung, termasuk tiga lapangan latihan bagi peserta turnamen.
“Saya juga menyampaikan mengenai fasilitas lampu stadion yang sebelumnya menjadi catatan. Pemerintah daerah menyampaikan bahwa kebutuhan tersebut dapat dipenuhi,” katanya.
Meski demikian, Arya menegaskan seluruh hasil peninjauan dan komunikasi di daerah akan terlebih dahulu dilaporkan kepada Ketua Umum PSSI sebelum diambil keputusan akhir. Ia juga menanggapi informasi yang sempat beredar mengenai pembatalan Kalimantan Timur sebagai tuan rumah.
“Informasi tersebut beredar sebelum saya melakukan pertemuan dengan gubernur. Karena itu saya datang untuk memperoleh kepastian langsung mengenai kondisi dan kesiapan di lapangan,” tegasnya.
Secara umum, ia menilai kondisi lapangan yang ada sudah cukup memadai untuk penyelenggaraan turnamen. Hanya saja masih diperlukan peningkatan pada beberapa aspek teknis, terutama sistem pencahayaan stadion agar sesuai dengan standar internasional.
“Dari sisi kualitas lapangan sebenarnya sudah baik. Catatan utama hanya pada fasilitas pencahayaan yang masih perlu disesuaikan dengan standar internasional. Seluruh hasil peninjauan ini akan kami laporkan kepada Ketua Umum PSSI,” pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, peluang Kalimantan Timur menjadi tuan rumah Piala AFF U-17 2026 masih terbuka. Namun kepastian resmi mengenai lokasi penyelenggaraan turnamen tersebut tetap menunggu keputusan dari PSSI. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar