Pemkot Samarinda

Edaran Resmi Terbit, Disdik Samarinda Tetapkan Jadwal Sekolah dan Libur Ramadan 1447 H

zoom-inlihat foto
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com. SAMARINDA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda resmi menerbitkan serta mendistribusikan surat edaran tentang pengaturan pembelajaran selama Ramadan 1447 Hijriah.

Edaran bernomor 400.3.5/1381/100.01 ditujukan kepada seluruh kepala PAUD/TK, SD, SMP negeri dan swasta, serta SKB se-Kota Samarinda.

Dalam edaran tersebut, Disdik menetapkan rincian jadwal kegiatan belajar mengajar sekaligus masa libur selama Ramadan hingga Idulfitri.

Pengaturan ini merupakan tindak lanjut Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2025–2026 dan menjadi pedoman resmi bagi satuan pendidikan.

Berdasarkan jadwal yang tercantum, libur awal puasa berlangsung pada 16–21 Februari 2026. Selanjutnya, kegiatan Pesantren Ramadan dilaksanakan pada 23–27 Februari 2026.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali aktif pada 2–14 Maret 2026, sebelum memasuki libur akhir puasa pada 16–18 Maret 2026.

Pada 19 Maret 2026 ditetapkan sebagai libur Hari Raya Nyepi. Kemudian 20 Maret 2026 merupakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, yang dilanjutkan dengan cuti bersama pada 20, 23, dan 24 Maret 2026.


Peserta didik dijadwalkan kembali masuk sekolah dan melaksanakan KBM pascalibur Idulfitri pada 25 Maret 2026.

Kepala Disdik Samarinda, Asli Nuryadin, menegaskan bahwa edaran tersebut wajib menjadi acuan seluruh sekolah.

“Surat edaran telah kami terbitkan dan sebarkan kepada seluruh satuan pendidikan. Kami berharap seluruh sekolah dapat melaksanakan ketentuan ini dengan tertib,” ujarnya, pada Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan, kebijakan ini tetap merujuk pada ketentuan pemerintah pusat, sekaligus memastikan pembelajaran tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah Ramadan.

“Ramadan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan semangat belajar. Justru momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat nilai religius dan karakter peserta didik,” tegasnya.

Selain kegiatan akademik, sekolah juga diminta mengisi Ramadan dengan penguatan pendidikan karakter melalui tadarus Al-Qur’an, salat Dhuha berjamaah, pembiasaan wudhu yang benar, serta pembinaan akhlak.

Melalui pengaturan jadwal yang telah ditetapkan tersebut, Disdik Samarinda berharap proses pendidikan selama Ramadan tetap terjaga, sekaligus menjadi sarana pembentukan generasi yang berintegritas dan berakhlak.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar