Menurutnya, kesempatan bagi perempuan untuk terlibat dalam pembangunan telah lama dibuka, sebagai upaya meningkatkan kapasitas, intelektualitas, dan kualitas sumber daya manusia. “Perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat Balikpapan, dan itu terus kami dorong,” ujarnya.
Sementara itu, Country Director International Budget Partnership (IBP) Indonesia, Yuna Farhan, menjelaskan bahwa SECO merupakan lembaga kerja sama ekonomi Pemerintah Swiss.
Dalam kegiatan tersebut, IBP Indonesia yang tergabung dalam Koalisi PRIMA bekerja sama dengan Pemkot Balikpapan menyelenggarakan forum multi-stakeholder, untuk menyampaikan hasil kajian partisipatif terkait akses air bersih dan sanitasi di kawasan pesisir.
“Kami menyampaikan hasil kajian partisipatif yang dilakukan bersama kelompok perempuan pesisir Indonesia di Kelurahan Manggar Baru terkait akses air bersih dan sanitasi. Forum ini melibatkan Bappeda, OPD terkait, PDAM, DPRD, serta pemangku kepentingan lainnya,” jelas Yuna.
Kajian tersebut dilakukan sejak Mei 2025 dengan metode pemetaan partisipatif berbasis masyarakat. Warga secara langsung mendata persoalan yang mereka hadapi, seperti sanitasi dan air bersih, menggunakan aplikasi sederhana.
Data tersebut kemudian dikompilasi dan dianalisis untuk melihat keterkaitannya dengan kebijakan serta tata kelola anggaran daerah.
Menurut Yuna, secara umum Balikpapan telah memiliki program yang cukup memadai di sektor air bersih dan sanitasi. Namun, sektor water, sanitation, and hygiene (WASH) bersifat lintas sektor sehingga membutuhkan kolaborasi antar-OPD, BUMD, dan masyarakat.
“Forum multi-stakeholder ini kami harapkan menjadi titik temu kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan air bersih, sanitasi, dan persampahan di kawasan pesisir,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan perempuan menjadi hal yang menarik dan krusial dalam kajian ini. Perempuan, khususnya di kawasan pesisir, merupakan kelompok yang paling terdampak ketika akses air bersih dan sanitasi tidak memadai.
“Ketika air bersih sulit diakses, beban kerja perempuan meningkat. Isu WASH juga sangat berkaitan dengan upaya penurunan stunting, dan perempuan memegang peran sentral. Karena itu, keterlibatan perempuan dalam perencanaan, penganggaran, dan pelayanan publik menjadi sangat fundamental,” pungkas Yuna.
Ke depan, hasil survei dan kajian lapangan ini akan ditindaklanjuti melalui pendampingan Bappeda Kota Balikpapan, dengan harapan dapat melahirkan bentuk kerja sama konkret yang berdampak langsung pada peningkatan layanan publik dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar