“Pemenuhan gizi anak merupakan fondasi utama dalam membentuk kualitas generasi masa depan,” katanya.
Dalam konteks politik nasional, Hasto menegaskan peran PDI Perjuangan sebagai kekuatan penyeimbang dalam sistem demokrasi. Ia menyampaikan bahwa sikap tersebut diperlukan agar kebijakan publik tetap berpihak pada rakyat.
“PDI Perjuangan menempatkan diri sebagai penyeimbang dalam sistem demokrasi agar setiap kebijakan tetap berada pada jalur kepentingan rakyat,” tegasnya.
Isu pendidikan dan kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) turut menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Hasto menilai pendidikan harus dibangun secara berjenjang dari tingkat nasional hingga desa, sementara TKD selama ini berperan penting dalam memperkuat pelaksanaan otonomi daerah.
Diskusi juga berkembang pada isu kebijakan politik, aspek hukum, serta kebebasan pers yang dinilai sebagai pilar utama demokrasi.
Melalui kegiatan ngopi bareng media ini, PDI Perjuangan Kaltim berharap dapat memperkuat komunikasi yang lebih terbuka dengan insan pers serta mendorong penyampaian informasi yang berimbang kepada publik. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar