Berikut Kenali dan Waspadai Virus Nipah

oleh -
Editor: Ardiansyah
Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengawasi sejumlah penumpang dari luar negeri setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta sebagai upaya mengantisipasi kemunculan kasus penularan virus Nipah di Indonesia, pada Jumat (30/1/2026).Foto: ANTARA-Muhammad Iqbal/rwa
Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengawasi sejumlah penumpang dari luar negeri setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta sebagai upaya mengantisipasi kemunculan kasus penularan virus Nipah di Indonesia, pada Jumat (30/1/2026).Foto: ANTARA-Muhammad Iqbal/rwa

BorneoFlash.com, KESEHATAN – Kenali dan waspadai virus Nipah, yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan inang alami berupa kelelawar buah dari genus Pteropus. 

 

Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 saat wabah besar di kalangan peternak babi di Sungai Nipah, Malaysia. 

 

Sejauh ini, di dunia sudah ada sekitar 750 kasus pada 1998-1999, dan letusan kasus sudah pernah dilaporkan di Bangladesh, India, Malaysia, Filipina dan Singapura.

 

Masa inkubasi virus tersebut berkisar antara 4-21 hari, walaupun ada yang lebih lama. Gejalanya dimulai dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. 

 

Virus ini memiliki tingkat kematian tinggi hingga 75?n dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan terkontaminasi, atau penularan antar manusia. 

 

Kemenkes Siapkan Langkah Pencegahan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia belum menemukan kasus ini, namun sudah mempersiapkan langkah-langkah pencegahan dan reagen PCR untuk mendeteksi virus tersebut.

 

“Sampai sekarang sih belum kita amati di Indonesia, tapi kita sudah mempersiapkan, sudah sosialisasi dan kita sudah siapkan reagen PCR-nya sama seperti virus, ditest pakai PCR,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.