Berita Kaltim Terkini

Coffee Morning Danrem 091/ASN Bersama Wartawan, Bahas Isu Strategis Kaltim

lihat foto
Brigjen TNI Anggara Sitompul, bersama wartawan dalam coffee morning yang berlangsung di Aula Wira Yudha Korem 091/ASN, Jalan Gajah Mada, Samarinda, pada Rabu (28/1/2026). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Brigjen TNI Anggara Sitompul, bersama wartawan dalam coffee morning yang berlangsung di Aula Wira Yudha Korem 091/ASN, Jalan Gajah Mada, Samarinda, pada Rabu (28/1/2026). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Upaya memperkuat komunikasi antara TNI dan insan pers di Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya terwujud melalui kegiatan coffee morning yang digelar Korem 091/Aji Suryanata Kesuma (ASN) di Samarinda.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka pertama antara Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, dengan wartawan sejak dirinya menjabat hampir dua tahun terakhir.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wira Yudha Korem 091/ASN, Jalan Gajah Mada, Samarinda, pada Rabu (28/1/2026), dan dihadiri puluhan wartawan dari berbagai organisasi media.

Brigjen Anggara mengakui, agenda silaturahmi ini sejatinya telah lama direncanakan, namun baru dapat direalisasikan karena padatnya tugas dan tanggung jawab strategis yang diemban Korem 091/ASN.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah lama ingin saya lakukan, namun baru dapat direalisasikan pada kesempatan ini,” ujarnya.

Brigjen TNI Anggara Sitompul dilantik sebagai Danrem 091/ASN pada 29 April 2024, di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sejak awal menjabat, ia mengemban tugas khusus mengawal pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Kepala Daerah agar berlangsung aman, sekaligus memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berjalan dengan stabilitas sosial yang terjaga.

Menurutnya, tingginya intensitas kunjungan Presiden dan pejabat tinggi negara ke kawasan IKN berdampak langsung pada meningkatnya mobilitas serta beban tugas jajaran Korem 091/ASN.

“Pada periode tersebut, kunjungan Presiden dan pejabat negara ke IKN sangat intens. Hal itu membuat fokus dan tingkat kesibukan kami di wilayah IKN juga cukup tinggi,” ungkap perwira tinggi kelahiran 12 November 1969 itu.

Menggantikan Brigjen TNI Yudhi Prasetiyo, Anggara menyebut telah memetakan berbagai persoalan sosial dan teritorial di Kaltim.


Isu-isu tersebut mencakup aktivitas pertambangan batu bara ilegal, pemanfaatan sumber daya alam, dinamika pilkada, insiden tiang jembatan yang kerap ditabrak ponton di Sungai Mahakam, hingga dampak efisiensi anggaran akibat pemangkasan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Ia mencontohkan lalu lintas kapal ponton pengangkut batu bara di Sungai Mahakam yang dapat diamati langsung dari Markas Korem 091/ASN.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan besarnya potensi sumber daya alam di Kaltim. Namun, setelah adanya instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban tambang ilegal, jumlah ponton yang melintas mengalami penurunan signifikan.

“Dari pengamatan kami, jumlah ponton yang melintas kini tinggal sekitar 30 persen. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas yang tersisa mayoritas merupakan kegiatan pertambangan yang legal,” jelasnya.

Terkait kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat, Brigjen Anggara menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dalam jangka pendek, termasuk munculnya protes dan perdebatan mengenai keadilan fiskal.

“Dalam satu hingga dua tahun ke depan, dampaknya masih akan terasa. Namun saya optimistis, setelah fase tersebut terlewati, tata kelola anggaran akan menjadi lebih baik,” katanya.

Kegiatan coffee morning tersebut turut dihadiri Ketua PWI Kalimantan Timur Rahman Amin, Ketua Dewan Kehormatan PWI Intoniswan, serta tokoh-tokoh pers senior seperti Syafruddin Pernyata, Charles Siahaan, dan Endro Effendi. Hadir pula perwakilan SMSI, JMSI, AMSI, IJTI, AJI, serta para pemimpin redaksi media cetak, elektronik, dan online.

Saat menyinggung persoalan tiang jembatan di Sungai Mahakam yang kerap ditabrak ponton, Brigjen Anggara menegaskan perlunya menghentikan polemik berkepanjangan dan mengarahkan perhatian pada solusi konkret.

“Persoalan ini tidak lagi memerlukan perdebatan. Masalahnya jelas dan membutuhkan solusi nyata, bukan terus dipolemikkan di ruang publik,” tegasnya.


Menanggapi harapan insan pers agar hubungan TNI dan wartawan semakin erat, Brigjen Anggara langsung menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan ruang khusus bagi wartawan di lingkungan Korem 091/ASN sebagai tempat singgah, berdiskusi, dan bertukar informasi.

“Silakan dimulai, paling tidak satu bulan sekali, agar komunikasi dapat terjalin lebih intens,” ujarnya, yang langsung ditindaklanjuti oleh staf.

Selain membahas isu-isu aktual daerah, Danrem 091/ASN juga memaparkan sejumlah program prioritas TNI di Kaltim yang merupakan penugasan berjenjang dari Presiden melalui Panglima TNI.

Program tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta percepatan perbaikan infrastruktur dasar yang bersifat mendesak.

Ia meminta wartawan turut berperan aktif menyampaikan informasi terkait kondisi infrastruktur di lapangan.

“Apabila rekan-rekan menemukan jembatan desa yang rusak parah dan membahayakan masyarakat, mohon informasikan kepada kami,” pintanya.

Saat ini, kata Anggara, sudah terdapat sejumlah titik yang menjadi fokus prajurit TNI dalam membantu perbaikan infrastruktur masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Dalam mendukung ketahanan pangan, Korem 091/ASN juga menjalankan program cetak sawah di Kaltim.

Total lahan yang telah siap mencapai 1.320,82 hektare, tersebar di empat kabupaten, yakni Berau seluas 425 hektare, Paser 201 hektare, Kutai Timur 553,41 hektare, dan Mahakam Ulu 141,41 hektare. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar