“Tiba-tiba sudah beroperasi kembali. Tidak ada pemberitahuan, entah karena sudah ramai dibicarakan atau memang perbaikannya selesai,” ungkapnya.
Selain eskalator, Abi menyebut bahwa sebagian pedagang juga sempat mengeluhkan lift barang. Meski demikian, ia menilai gangguan tersebut masih tergolong ringan dan wajar mengingat usia bangunan pasar yang masih baru.
“Mungkin karena masih dalam tahap penyesuaian. Kami juga bukan ahli teknis, jadi hanya bisa menduga,” ujarnya.
Sementara itu, Disdag Samarinda menegaskan bahwa fokus pemerintah daerah saat ini adalah memastikan proses pemindahan pedagang berjalan tertib serta seluruh fasilitas pasar dimanfaatkan sesuai fungsinya.
Termasuk di dalamnya rencana penataan lanjutan Pasar Pagi Samarinda tahap kedua yang masih akan dipresentasikan kepada Wali Kota Samarinda.
Nurrahmani menekankan bahwa keberlanjutan dan kenyamanan Pasar Pagi Samarinda sangat bergantung pada kesadaran bersama, terutama pada masa awal pengoperasian pasar baru tersebut.
“Apabila fasilitas ingin digunakan dalam jangka panjang secara aman dan nyaman, maka diperlukan kesadaran seluruh pihak untuk menjaga serta memanfaatkannya sesuai dengan fungsi yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar