Berita Samarinda Terkini

Eskalator Sempat Bermasalah, Disdag Samarinda Sebut Pasar Pagi Masih Tahap Transisi

lihat foto
Eskalator Pasar Pagi Samarinda kembali beroperasi normal setelah sempat mengalami gangguan dan menjadi perhatian warganet. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Eskalator Pasar Pagi Samarinda kembali beroperasi normal setelah sempat mengalami gangguan dan menjadi perhatian warganet. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Operasional awal Pasar Pagi Samarinda kembali menuai sorotan publik menyusul beredarnya video dan unggahan di media sosial terkait eskalator yang sempat tidak berfungsi.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah proses pemindahan pedagang ke gedung pasar baru yang hingga kini belum diresmikan secara resmi.

Sejumlah warganet mempertanyakan kesiapan sarana pendukung pasar hasil revitalisasi tersebut. Pasalnya, sejak awal pengoperasian, Pasar Pagi Samarinda kerap dihadapkan pada berbagai catatan, mulai dari persoalan tempias air hujan, keterbatasan area parkir, hingga gangguan pada fasilitas vertikal seperti eskalator.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, menegaskan bahwa gangguan eskalator tidak disebabkan oleh kerusakan permanen maupun kegagalan sistem.

Ia menjelaskan, permasalahan tersebut terjadi akibat penggunaan fasilitas yang tidak sesuai dengan fungsinya selama masa transisi pemindahan pedagang.

Menurut Nurrahmani, eskalator diduga digunakan untuk mengangkut barang dagangan dengan beban berat, termasuk material berbahan besi. Padahal, fasilitas tersebut dirancang khusus untuk mobilitas pengunjung, bukan distribusi logistik.

“Eskalator diperuntukkan bagi pergerakan orang. Untuk pengangkutan barang, pengelola telah menyediakan lift khusus. Kami berharap seluruh pihak dapat menjaga dan menggunakan fasilitas sesuai peruntukannya,” ujar Nurrahmani, pada Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola pasar serta para pedagang guna menertibkan penggunaan fasilitas umum. Disdag juga mendorong pemanfaatan lift barang secara maksimal agar eskalator tidak kembali mengalami gangguan serupa.


Nurrahmani memastikan bahwa eskalator yang sempat bermasalah kini telah diperbaiki dan kembali beroperasi normal. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas perdagangan dan mobilitas pengunjung tidak terganggu dalam jangka panjang.

“Gangguan tersebut telah ditangani dan saat ini eskalator sudah dapat digunakan kembali,” tegasnya.

Dari sisi pedagang, Abi, penyedia jasa servis perhiasan yang telah berjualan di Pasar Pagi sejak tahun 2000, membenarkan bahwa eskalator sempat tidak berfungsi. Namun, ia menyebut gangguan tersebut tidak terjadi secara menyeluruh di semua titik.

“Tidak seluruh eskalator berhenti beroperasi. Di beberapa titik, eskalator untuk naik tidak berfungsi sementara jalur turun masih berjalan, dan di lokasi lain justru sebaliknya,” jelas Abi.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut berlangsung hampir selama satu pekan dan cenderung terjadi pada jam-jam tertentu, terutama siang hingga sore hari.

Bahkan, menurutnya, ada situasi di mana eskalator di lantai bawah berhenti sementara fasilitas di lantai atas masih beroperasi.

“Kadang di bawah tidak berfungsi, tetapi di atas masih berjalan. Jadi memang tidak serentak,” katanya.


Abi juga mengaku tidak menerima informasi resmi atau sosialisasi terkait gangguan eskalator tersebut, termasuk mengenai penyebab teknis seperti daya listrik atau faktor lainnya. Eskalator, menurutnya, kembali berfungsi tanpa adanya pengumuman, bersamaan dengan ramainya pembahasan di media sosial.

“Tiba-tiba sudah beroperasi kembali. Tidak ada pemberitahuan, entah karena sudah ramai dibicarakan atau memang perbaikannya selesai,” ungkapnya.

Selain eskalator, Abi menyebut bahwa sebagian pedagang juga sempat mengeluhkan lift barang. Meski demikian, ia menilai gangguan tersebut masih tergolong ringan dan wajar mengingat usia bangunan pasar yang masih baru.

“Mungkin karena masih dalam tahap penyesuaian. Kami juga bukan ahli teknis, jadi hanya bisa menduga,” ujarnya.

Sementara itu, Disdag Samarinda menegaskan bahwa fokus pemerintah daerah saat ini adalah memastikan proses pemindahan pedagang berjalan tertib serta seluruh fasilitas pasar dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Termasuk di dalamnya rencana penataan lanjutan Pasar Pagi Samarinda tahap kedua yang masih akan dipresentasikan kepada Wali Kota Samarinda.

Nurrahmani menekankan bahwa keberlanjutan dan kenyamanan Pasar Pagi Samarinda sangat bergantung pada kesadaran bersama, terutama pada masa awal pengoperasian pasar baru tersebut.

“Apabila fasilitas ingin digunakan dalam jangka panjang secara aman dan nyaman, maka diperlukan kesadaran seluruh pihak untuk menjaga serta memanfaatkannya sesuai dengan fungsi yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar