BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mematangkan rencana penataan ulang Pasar Segiri sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Revitalisasi pasar tradisional tersebut dirancang tidak lagi bersifat parsial, melainkan disusun secara menyeluruh melalui perencanaan jangka panjang yang berbasis desain komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam rapat pembahasan awal desain revitalisasi Pasar Segiri. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya memperkuat kualitas perencanaan sejak tahap awal guna menghindari kegagalan proyek di kemudian hari.
Menurut Andi Harun, berbagai persoalan dalam pembangunan fasilitas publik kerap bermula dari lemahnya perencanaan awal. Oleh karena itu, pemerintah kota mengubah pola pengawasan dengan melibatkan Inspektorat Daerah secara aktif sejak proses perencanaan.
“Inspektorat Daerah tidak hanya berfungsi melakukan pemeriksaan setelah kegiatan berjalan. Perannya harus diperkuat sebagai pengawal sejak tahap perencanaan,” ujar Andi Harun, pada Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, mulai tahun ini setiap proyek strategis diwajibkan melewati tahapan reviu perencanaan agar potensi kesalahan desain maupun penyimpangan pelaksanaan dapat dicegah sejak dini.
Dalam evaluasi terhadap konsep awal desain pasar, Wali Kota menyoroti belum optimalnya pengaturan zonasi serta alur pergerakan, khususnya di area pintu masuk utama. Ia menilai ketidakjelasan tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih fungsi yang dapat mengganggu aktivitas pasar.
Untuk itu, Andi Harun meminta agar rancangan Pasar Segiri secara tegas memisahkan jalur bagi pengunjung, jalur distribusi barang, serta jalur khusus untuk kondisi darurat.
“Tanpa pengaturan teknis yang jelas, pasar berisiko kembali mengalami ketidakteraturan. Kondisi seperti itu tidak boleh terulang,” tegasnya.






