Terkait anggaran, Aulia memastikan pembiayaan akan dilakukan secara proporsional dengan skema berbagi peran.
“Total kebutuhan sekitar Rp1,1 triliun. Anggarannya kita bagi dua, separuh dari Kukar dan separuh dari provinsi,” ungkapnya.
Ia menekankan, penyelesaian perencanaan menjadi kunci agar proyek tidak berhenti sebagai rencana jangka panjang.
“Tahun ini perencanaannya kita tuntaskan. Setelah itu, tinggal eksekusi,” katanya.
Aulia optimistis, pembangunan jembatan Sangasanga-Anggana akan berdampak langsung pada peningkatan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir.
“Kalau aksesnya terbuka, aktivitas pasti bergerak. Itu yang kita kejar,” tutupnya.






