E-Paper BorneoFlash.com

Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 12 Januari 2026: Jalan Terputus dan Ratusan Rumah Terendam, Warga di Sejumlah Daerah Bertahan Hadapi Banjir

lihat foto
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 12 Januari 2026.
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 12 Januari 2026.

BorneoFlash.com, SUMATERA — Curah hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir, tanah longsor, hingga putusnya akses jalan.

Kondisi ini memaksa warga bertahan di tengah keterbatasan, sementara pemerintah daerah dan pusat terus berupaya melakukan penanganan darurat.

Di Sumatera Barat, badan jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dengan Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, terban akibat banjir, pada Sabtu (10/1/2026) sore.

Jalan yang berada di Jorong Tigo Kampuang, Nagari Pagadih, itu amblas setelah Sungai Batang Pagadih meluap dan menyeret sebagian badan jalan.

Camat Palupuh, Nong Rianto, mengatakan derasnya arus sungai membuat jalan alternatif tersebut terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan.

“Air sungai cukup deras sehingga badan jalan terbawa arus. Saat ini akses Palupuh menuju Koto Tinggi lumpuh total,” ujarnya di Lubuk Basung.

Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak 9 hingga 10 Januari 2026 menjadi pemicu utama bencana tersebut.

Selain jalan terputus, satu rumah warga di Jorong Pagadih Mudiak milik Sahrial turut terendam banjir. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Sebelumnya, jalan alternatif di wilayah tersebut juga sempat tertimbun longsor pada akhir November 2025, menyebabkan sejumlah jorong terisolasi.


Meski material longsor sempat dibersihkan oleh alat berat Pemkab Agam, hujan kembali mengguyur dan membuat akses tersebut kembali lumpuh.

Sementara itu di Aceh Utara, Pemerintah Kabupaten kembali menetapkan status tanggap darurat bencana alam menyusul banjir susulan yang melanda sejumlah desa. Status tersebut berlaku selama 15 hari, terhitung mulai 10 hingga 24 Januari 2026.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, menyampaikan bahwa penetapan status tanggap darurat dilakukan setelah evaluasi bersama BNPB, guna mempercepat penanganan dampak banjir yang kini memasuki fase kritis.

“Hujan deras beberapa hari terakhir memicu banjir susulan yang lebih luas, meski sebelumnya daerah ini sudah memasuki masa transisi,” katanya.

Di Sumatera Selatan, banjir juga melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Sebanyak 164 rumah warga di Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang, terendam banjir akibat hujan deras yang berlangsung lama pada Kamis (8/1/2026) malam.

Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, mengatakan ketinggian air di permukiman warga bervariasi hingga mencapai satu meter.

Selain merendam rumah, banjir juga sempat melumpuhkan aktivitas warga karena akses jalan ikut terendam.

“Sebanyak 450 kepala keluarga terdampak. Tim kami sudah diterjunkan untuk melakukan kaji cepat dan pendataan,” ujarnya.


Petugas bersama relawan mengevakuasi warga terdampak banjir cukup parah menggunakan perahu karet ke lokasi yang lebih aman.

Meski air mulai berangsur surut, sebagian warga masih membersihkan lumpur dan sisa banjir dari rumah mereka.

Masih di Sumatera Selatan, banjir juga terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Kementerian Sosial bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa tim di lapangan terus bekerja membantu warga.

“Tim terus menyalurkan bantuan dan mendirikan dapur umum agar kebutuhan konsumsi masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Hujan deras sejak Rabu (7/1) malam hingga Kamis (8/1) pagi menyebabkan Sungai Muara Bala meluap dan merendam sejumlah kecamatan di OKU Timur dengan ketinggian air mencapai 1–2 meter.

Hingga kini, banjir mulai surut di beberapa titik, namun permukiman di daerah cekungan masih terendam dengan ketinggian air lebih dari satu meter.

Di tengah bencana ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari wilayah rawan longsor dan banjir, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar