Infrastruktur penerimaan minyak diperkuat melalui pengembangan jaringan pipa onshore dan offshore, termasuk pembangunan fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang mampu melayani kapal tanker berkapasitas hingga 320.000 DWT.
“Keberadaan SPM memperkuat kemampuan kilang dalam menerima pasokan minyak mentah dalam jumlah besar secara lebih efisien dan andal,” jelas Baron.
RDMP Balikpapan dikembangkan melalui tiga tahap utama, mulai dari pekerjaan pendahuluan, pembangunan fasilitas inti kilang, hingga penguatan sistem logistik minyak mentah.
Seluruh tahapan dirancang untuk menjamin kontinuitas pasokan energi nasional serta meningkatkan efisiensi operasional.
Baron menegaskan RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek kilang terbesar, yang saat ini dijalankan Pertamina dan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas pengolahan minyak domestik.
“RDMP Balikpapan menjadi pondasi penguatan sistem energi nasional. Melalui infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan pasokan minyak mentah tetap andal serta operasional kilang berjalan lebih efisien dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar