BorneoFlash.com, JAKARTA - Dalam rangka Hari Terumbu Karang Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir dan laut melalui berbagai program konservasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir Kalimantan Timur.
Bersama anak perusahaan dan afiliasinya, PHI mendorong keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem laut.
Momentum peringatan tahun ini menjadi wujud komitmen PHI dalam menghadirkan dampak nyata melalui kolaborasi dengan komunitas lokal, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan program serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dan solusi adaptif untuk menghadapi tantangan pelestarian lingkungan pesisir.
Di antara kegiatan pelestarian terumbu karang yang telah di lakukan oleh PHI yakni program CSR berbasis lingkungan adalah Jaga Pesisir yang fokus pada upaya penyelamatan ekosistem bawah laut di kawasan Pantai Pangempang, Kalimantan Timur dan program Rig to Reef dengan KHAN dari Korea Selatan pada bulan Agustus 2022 lalu yang mendukung pemanfaatan fasilitas hulu migas yang sudah habis masa pakainya dalam pelestarian ekosistem bawah laut.
Program Jaga Pesisir Kita yang dijalankan oleh anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan pesisir di Desa Tanjung Limau, Muara Badak, Kutai Kartanegara.
Sejak 2019, program ini berfokus pada rehabilitasi terumbu karang, perlindungan ekosistem pesisir dan mangrove, penguatan kelompok masyarakat pengawas, serta pengembangan wisata pesisir berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, program ini tidak hanya mendukung pemulihan ekosistem bawah laut yang terdampak praktik penangkapan ikan destruktif, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan pariwisata dan usaha berbasis sumber daya pesisir yang berkelanjutan.

Anggota masyarakat dan juga Local Hero Jaga Pesisir Kita, Muhammad Mansur, menjelaskan bahwa program ini telah memberikan masyarakat kapasitas untuk melangkah secara mandiri dan memberikan ruang yang lebih luas untuk berinovasi dan bergerak adaptif.
”Dalam momentum Hari Terumbu Karang Sedunia ini, kemandirian mengajarkan kami bahwa keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir memerlukan kepemimpinan lokal yang kuat, kolaborasi yang inklusif, serta komitmen yang tidak pernah surut untuk menjaga masa depan laut kita,” jelasnya.
Komunitas ini terus beradaptasi melalui pendekatan digital dan edukasi berbasis alam untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pelestarian ekosistem laut, sehingga program konservasi dapat terus berkembang dan memberi manfaat berkelanjutan bagi lingkungan serta masyarakat pesisir.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar