BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Potensi pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai belum tergarap maksimal, meski memiliki destinasi kelas dunia.
Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, menyebut kekayaan wisata Kaltim layaknya mutiara dalam lumpur yang siap bersinar, jika dikelola dan dipromosikan secara tepat.
Menurut Ferdinan, daerah seperti Berau, Maratua, dan Derawan memiliki keindahan alam yang tak kalah dengan destinasi unggulan di provinsi lain. Pemerintah pun terus mendorong pengembangan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
“Kalimantan Timur itu seperti mutiara dalam lumpur. Tinggal bagaimana mutiara itu kita angkat, kita bersihkan, kita kemas. Kalau itu dilakukan, dampaknya akan menjadi ‘bom waktu’ yang sangat positif bagi daerah,” ujarnya, pada Selasa (6/1/2025).
Sebagai langkah konkret, Otban Wilayah VII memastikan penerbangan perdana rute Berau–Maratua dan Maratua–Berau akan resmi diluncurkan pada 16 Januari mendatang. Rute ini diharapkan menjadi pintu masuk utama wisatawan menuju kawasan wisata bahari unggulan Kaltim.
Penerbangan tersebut akan dilayani oleh Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 dengan kapasitas 72 penumpang, yang dinilai ideal untuk menjangkau wilayah kepulauan.
Tak hanya itu, Ferdinan juga mengungkapkan rencana penambahan sejumlah rute penerbangan baru di wilayah kerja Otban VII. Salah satunya adalah rencana Super Air Jet yang akan menambah frekuensi penerbangan Berau–Balikpapan dari dua kali menjadi tiga kali sehari.
Selain itu, Citilink juga direncanakan meningkatkan layanan penerbangan dengan mengganti armada Wings Air tipe ATR menjadi Airbus, guna menyesuaikan dengan tingginya minat penumpang.
“Semua ini perlu didorong dengan promosi yang masif, agar Bandara SAMS Sepinggan juga semakin ramai dan menjadi hub pergerakan wisata di Kalimantan Timur,” katanya.
Di Bandara Berau sendiri, pengembangan rute terus dilakukan. Selain rute Berau–Maratua, terdapat rencana pembukaan penerbangan Berau–Tarakan pulang-pergi yang akan dilayani Wings Air.
Sementara itu, rute Tanjung Selor–Balikpapan juga direncanakan kembali aktif melalui Lion Group.
Otban Wilayah VII, lanjut Ferdinan, terus berperan sebagai koordinator dan fasilitator untuk menghidupkan kembali konektivitas udara di Kalimantan, agar mobilitas masyarakat dan wisatawan kembali bergeliat seperti sebelum pandemi.
“Target kami, pergerakan transportasi udara bisa kembali hidup seperti tahun 2019. Ke depan, rute Balikpapan–Tanjung Selor, Berau–Maratua, Berau–Tarakan, hingga rute lain seperti Palangkaraya, Sampit, dan Pangkalan Bun akan terus kami jajaki,” tutupnya.
Dibukanya rute-rute baru ini, Kalimantan Timur diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar