KHGT diresmikan oleh Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, hal ini bertujuan agar penetapan waktu awal bulan bergantung pada proses rukyatul hilal atau pemantauan mata telanjang.
Selain itu, Muhammadiyah juga menentukan periode awal bulan dengan menggunakan kemajuan teknologi digital melalui HisabMU.
Muhammadiyah menggunakan HisabMU dan KHGT bukan hanya untuk penentuan awal Ramadan, tapi juga penentuan 1 Syawal atau Hari Raya Idulfitri.
Maka berdasarkan Maklumat Nomor 02/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah telah menetapkan jadwal Idulfitri 2026 pada Jumat, 20 Maret 2026.
Metode penetapan ini bisa berbeda sesuai dengan kebutuhan sehingga pihak Muhammadiyah menyatakan bahwa ini adalah hal yang wajar asal tetap berada dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
Meskipun begitu, Muhammadiyah menegaskan bahwa masyarakat bisa mengikuti ketetapan sesuai dengan keyakinan dan pedoman masing-masing.
Pengumuman ini disampaikan jauh-jauh hari sebelum Ramadan agar Umat Islam bisa mempersiapkan diri sebelum Ramadan berlangsung. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar