BorneoFlash.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Pengelola Investasi Danantara berkoordinasi ketat dengan BNPB dan pemerintah daerah untuk membangun hunian bagi pengungsi terdampak banjir bandang dan longsor.
Dalam rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis, Presiden menegaskan Danantara harus mencegah tumpang tindih pembangunan dengan BNPB serta kementerian dan lembaga lain.
Presiden juga meminta Danantara berkoordinasi langsung dengan gubernur dan bupati agar setiap lokasi pembangunan memiliki penanggung jawab yang jelas.
Presiden menugaskan pemerintah daerah menilai dan memetakan wilayah terdampak, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Danantara agar pembangunan hunian berlangsung tepat sasaran dan efisien.
Prabowo mengapresiasi langkah cepat Danantara yang telah membangun 600 hunian dalam waktu singkat. Danantara menargetkan pembangunan 15.000 rumah pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rapat terbatas berlangsung di kawasan Rumah Hunian Danantara, Aceh Tamiang. Presiden meninjau hunian yang dilengkapi listrik, WiFi, area bermain anak, dapur umum, MCK, dan sistem drainase di atas lahan PTPN.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan Danantara segera menyerahkan ratusan hunian yang telah rampung kepada pemerintah daerah untuk menampung pengungsi hingga mereka menempati hunian tetap.
Sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, unsur TNI, serta jajaran direksi BUMN mengikuti rapat terbatas tersebut. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar