Pemprov Kaltim

Jelang Nataru, DPPKUKM Kaltim Petakan Tujuh Komoditas Berisiko Picu Inflasi

lihat foto
Kepala DPPKUKM Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala DPPKUKM Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kenaikan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) mencatat adanya sejumlah komoditas strategis yang berpeluang memberikan tekanan terhadap inflasi di akhir tahun.

Upaya pemetaan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan Early Warning System (EWS) Pengendalian Inflasi, sebuah sistem peringatan dini yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Pemprov Kaltim dan Bank Indonesia.

Instrumen ini digunakan untuk memantau dinamika harga sekaligus mengidentifikasi komoditas yang berpotensi mendorong inflasi.

Kepala DPPKUKM Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, menyampaikan bahwa EWS menjadi alat penting bagi pemerintah daerah dalam membaca kecenderungan pergerakan harga dan menyiapkan langkah antisipatif sejak dini.

“Pemerintah daerah telah memiliki sistem peringatan dini pengendalian inflasi yang berfungsi untuk memprediksi komoditas-komoditas yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap inflasi di Kalimantan Timur,” ujar Heni, pada Kamis (18/12/2025).

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar