Pemkab Kutai Kartanegara

Pemkab Kukar Kaji Inseminasi Buatan untuk Jaga Populasi Pesut Mahakam

lihat foto
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmen pelestarian Pesut Mahakam, satwa endemik Kalimantan Timur (Kaltim) yang populasinya kini kian terbatas.

Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah rencana inseminasi buatan sebagai upaya mendorong keberlanjutan populasi Pesut di Sungai Mahakam.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan Pesut Mahakam merupakan aset ekologis yang harus dijaga bersama. Dengan jumlah populasi yang diperkirakan hanya sekitar 60 ekor, diperlukan langkah-langkah serius dan terukur agar keberadaannya tidak semakin terancam.

“Pesut ini sudah sangat langka. Karena itu, Pemkab Kukar berupaya mencari solusi terbaik agar populasinya bisa dipertahankan dan tidak terus menurun,” ujar Aulia, pada Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, wacana inseminasi buatan memang menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Namun, hingga kini pemerintah daerah masih melakukan kajian untuk menentukan skema yang paling aman dan sesuai dengan karakteristik Pesut Mahakam.

“Untuk inseminasi, kami masih mencari formulasi yang tepat. Tidak mudah karena ini menyangkut satwa liar dengan habitat alami di Sungai Mahakam,” jelasnya.


Menurut Aulia, sambil menunggu hasil kajian tersebut, fokus utama Pemkab Kukar saat ini adalah menjaga Pesut yang ada agar tetap hidup aman di habitatnya.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan pesut tidak terjerat alat tangkap, tidak terkena jebakan, dan tidak terganggu aktivitas manusia,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas lingkungan perairan Mahakam, khususnya di wilayah Kutai Kartanegara. Kondisi air yang sehat dan bebas pencemaran disebut menjadi faktor penentu keberlangsungan hidup Pesut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan illegal fishing dan aktivitas yang merusak ekosistem sungai. Lingkungan yang terjaga akan sangat menentukan masa depan pesut,” terangnya.

Upaya Pemkab Kukar ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian Pesut Mahakam, termasuk perlindungan habitat dan pengendalian pencemaran.

Hingga saat ini, Pemkab Kukar bersama Pemprov Kaltim terus berfokus menjaga keberlangsungan populasi Pesut Mahakam agar tetap lestari.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar